Wednesday, 14 January 2026

Mencetak Marketer Berbasis AI dan Automasi


Matapelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital (Simdig) untuk jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran telah bertransformasi sepenuhnya. Kita tidak lagi berbicara tentang cara mengetik sepuluh jari, melainkan bagaimana mengintegrasikan kecerdasan buatan dan sistem otomatis ke dalam strategi bisnis.


Transformasi ini dimulai dari cara memproduksi konten. Di ruang kelas, siswa kini berperan sebagai "Operator AI". Mereka tidak lagi membuat materi iklan dari nol secara manual, melainkan mahir memberikan instruksi kepada teknologi AI untuk melakukan riset kata kunci dan menyusun naskah iklan yang persuasif. Bahkan, aset visual yang estetik dan penyuntingan video kini dihasilkan melalui bantuan AI Generator dan fitur otomatisasi, sehingga proses kreatif menjadi jauh lebih cepat namun tetap berkualitas tinggi.

Beralih ke sisi operasional, siswa dilatih menguasai manajemen toko omnichannel. Di masa ini, berjualan hanya di satu aplikasi dianggap tertinggal. Siswa belajar mengelola ekosistem digital yang kompleks, di mana mereka harus mampu menyinkronkan stok barang dan membalas ribuan pesan dari berbagai marketplace sekaligus hanya melalui satu dashboard terpadu. Hal ini memastikan bisnis tetap responsif tanpa kehilangan kendali atas inventaris.

Selain itu, komunikasi bisnis kini sangat bergantung pada kecepatan. Oleh karena itu, siswa dibekali kemampuan membangun sistem layanan pelanggan otomatis. Mereka belajar merancang logika asisten virtual yang mampu menjawab pertanyaan pelanggan selama 24 jam nonstop, memastikan tidak ada peluang penjualan yang terlewatkan hanya karena keterlambatan respon manusia.

Kemampuan teknis ini kemudian diperkuat dengan analisis data yang cerdas. Siswa tidak lagi berhadapan dengan tabel data yang membosankan. Mereka belajar mengubah angka-angka penjualan menjadi dashboard interaktif yang bergerak secara real-time. Dengan keahlian ini, mereka dapat melihat tren pasar dan wilayah potensial secara visual, sehingga keputusan bisnis yang diambil menjadi lebih akurat.

Sebagai pelengkap yang paling krusial, siswa juga dididik untuk menjadi garda terdepan dalam keamanan digital. Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, mereka dilatih untuk melakukan audit keamanan akun secara rutin, mengenali berbagai modus penipuan digital, dan menjaga kerahasiaan data pelanggan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dengan demikian, lulusan BDP tahun 2026 bukan hanya sekadar pemasar yang andal, tetapi juga profesional digital yang bertanggung jawab dan terpercaya.

No comments:

Post a Comment